...........TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK SUATU KEBAIKAN............

Belajar...belajar dan belajar tidak mengenal batas waktu dan usia

Monday, March 29, 2010

sidimacho entertaiment: GURINDAM

sidimacho entertaiment: GURINDAM

Sunday, March 21, 2010

INDAHNYA PERSAHABATAN & NIKMATNYA PERSAUDARAAN


(Rasulullah SAW adalah profil seorang sahabat sejati. )

Beliau selalu menjadi inspirator dan motivator bagi para sahabat didalam memaknai sebuah persahabatan.
Pemikirannya yang selalu membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Sifat yang bersahaja dan rendah hati, namun  tetap tegas dalam membela kebenaran dan berjuang membela keadilan.

Pribadi yang lembut dan penuh cinta kasih kepada orang yang lemah,yatim piatu dan miskin.
Nasehat-nasehatnya yang penuh dengan makna, menjadikan kebahagiaan tersendiri bagi para sahabat, dan menjadikan suatu kerinduan bagi kita yang hidup di zaman sekarang ini.Jadikanlah rasa rindu kita kepada Kekasih Allah itu dengan sikap-sikap terpuji dalam membina sebuah persahabatan.

Ada satu kisah persahabatan yang dilakukan Rasulullah SAW, yang sangat menyentuh dan mengajarkan kepada kita bahwa betapa Rasulullah sangat  menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, yaitu persahabatan beliau dengan seorang pengemis tua Yahudi.

Setelah beberapa hari Rasulullah meninggal dunia, bertanyalah salah seorang sahabat kepada Aisyah ra ,Istri Rasulullah;”apakah ada hal-hal yang menjadi kebiasaan Rasulullah yang belum sempat ditunaikan olehnya hingga beliau wafat?”. Lalu Aisyah menjawab;”Semua telah Rasulullah laksanakan sebaik-baiknya. Tapi ada satu kebiasaan yang sering dilakukan Rasulullah yaitu memberi makan seorang fakir miskin yang tua di lorong sebuah pasar”. 


Lalu dengan bergegas sahabat membawa makanan untuk pengemis tua tersebut. Setelah mengitari setiap lorong di pasar, akhirnya bertemulah sahabat tadi dengan pengemis tua renta yang buta sedang menadahkan tangan memohon belas kasih orang yang melewati lorong tersebut.


Lalu sahabat memberi makanan yg dibawanya tadi kepada pengemis dengan penuh rasa iba. Namun pengemis tersebut menampik dan melemparkan makanan yang diberikan sahabat seraya berkata; “Engkau bukan Muhammad sahabatku, yang selalu memberi makanan dengan penuh kasih sayang kepadaku. Dia membantu melumatkan makanan yang akan aku kunyah dan menyuapiku dengan lembut ke dalam mulutku, sehingga aku merasa mudah menelannya dengan rasa nikmat.”


Betapa terkejutnya sang sahabat, ternyata Rasulullah begitu openuh kasih sayang kepada pengemis yang tidak seiman dengannya. Beliau dengan tulus berempati sebagai sesame manusia. Alangkah mulia sikapnya, yang mengajarkan suatu persahabatan dengan siapa saja.


Segera sahabat mohon maaf  kepada pengemis itu dan menyampaikan bahwa Muhammad adalah Rasulullah ,dan telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sang pengemis itupun menangis tersedu-sedu, ia begitu sedih telah kehilangan seorang sahabat, Rasulullah yang sangat cinta kepadanya. Maka dengan penuh keikhlasan pengemis itupun mengucapkan syahadat untuk memeluk Islam, agar dapat bertemu dengan sahabatnya, Rasulullah di akhir masa.


Kisah diatas mengajarkan pada kita bahwa persahabatan yang mulia dan tulus dengan siapapun akan memberi makna indahnya sebuah persahabatan dan nikmatnya persaudaraan.


Jadikanlah diri kita sebagai sahabat bagi siapa saja dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang tulus dan bermanfaat bagi orang lain, bermanfaat bagi sesama, karena “Hidup akan terasa indah jika kita telah dapat memberikan yang terbaik bagi orang lain”


Sikap tolong-menolong dan rasa empati yang tulus terhadap orang lain akan menjalin suatu persahabatan yang ikhlas dan InsyaAllah akan mengantarkan kita pada persaudaraan dunia akhirat. Marilah kita rajut tali persahabatan dengan baik, bagaikan tali ikatan yang panjang, kuat dan akan terus dikenang sepanjang masa. 


Indahnya persahabatan yang terjalin seiring dengan munculnya rasa persaudaraan sesama kita, dalam kita menapaki lorong waktu hingga kita menutup mata….semoga